https://mchec.org/

Bikin Tercengang, Tetangga RI Punya Pulau Surga Pesta Sex Hingga Bule Pun Kaget

mchec.org – Adrian Zecha, asal Sukabumi, Indonesia, merintis kariernya di industri perhotelan pada tahun 1972 dengan ikut serta dalam pembangunan Regent International Hotels. Kepiawaiannya dalam bisnis ini kemudian mengantarkan dia untuk mendirikan rantai hotelnya sendiri pada tahun 1988, yang dikisahkan oleh Martin Roll dalam “Asian Brand Strategy” yang terbit tahun 2015.

Konsep hotel yang diusung oleh Adrian berbeda dari yang lazim pada waktu itu. Daripada menghadirkan hotel dengan banyak ruangan dan kelas yang beragam, dia bertekad untuk menciptakan hotel yang lebih eksklusif dan intim, dengan jumlah kamar yang terbatas hanya sekitar 50. Pendekatan ini memungkinkan hotel untuk dibangun di lokasi-lokasi yang lebih terpencil tanpa mengganggu keindahan alam sekitarnya.

Ide ini diwujudkan pertama kali di Phuket, Thailand, di mana Adrian bersama rekan bisnisnya, Anil Thadani, menginvestasikan US$ 4 juta untuk membangun hotel pertama mereka. Pada bulan Desember 1987, Amanpuri, yang berarti “tempat damai” dalam bahasa Sanskerta, dibuka untuk umum. Hotel ini dirancang untuk menawarkan kedamaian dan pengalaman eksklusif kepada para tamunya, lewat jumlah kamar yang terbatas dan pelayanan yang maksimal.

Menurut Roll di bukunya, keberhasilan Adrian dan Aman Resorts tidak hanya berasal dari konsep unik yang mereka tawarkan, tapi juga dari kemampuan mereka dalam menemukan dan memanfaatkan lokasi-lokasi wisata tersembunyi yang belum banyak tersentuh. Strategi ini memungkinkan Aman Resorts untuk memberikan pengalaman yang tidak bisa ditandingi oleh hotel-hotel lain.

Saat ini, Aman Resorts telah menjadi salah satu perusahaan perhotelan paling prestisius di dunia. Setiap properti yang membawa nama “Aman”, seperti Amanjiwo, Amanpuri, Amankila, menandakan bahwa mereka adalah bagian dari warisan yang dibangun oleh Adrian Zecha, pria kelahiran Sukabumi tersebut.

Ko Pha Ngan dan Tantrisme

Adrian Zecha, yang berasal dari Sukabumi, Indonesia, memulai langkah awalnya di industri perhotelan pada tahun 1972 dengan terlibat dalam pengembangan Regent International Hotels. Keberhasilan dalam usaha tersebut membuka jalan bagi dirinya untuk membentuk rangkaian hotel mewah miliknya sendiri pada tahun 1988, sebuah perjalanan yang diabadikan Martin Roll dalam buku “Asian Brand Strategy” yang terbit pada tahun 2015.

Visi Zecha terhadap industri hotel adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari model hotel besar yang lazim pada saat itu, yang memiliki banyak kamar dengan berbagai tingkat layanan. Ia bertekad untuk menghadirkan pengalaman hotel yang lebih eksklusif dan pribadi, dengan jumlah kamar yang dibatasi hanya sekitar 50 kamar. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan hotel di lokasi yang lebih terpencil tanpa merusak keindahan alam sekitarnya.

Impian ini pertama kali diwujudkan di Phuket, Thailand, di mana Zecha bersama mitra bisnisnya, Anil Thadani, menggelontorkan dana sebesar 4 juta dolar AS untuk membangun hotel pertama mereka. Pada bulan Desember 1987, Amanpuri, yang berarti “tempat yang damai” dalam bahasa Sanskerta, dibuka untuk umum. Hotel ini dirancang untuk memberikan ketenangan dan pengalaman eksklusif kepada tamunya, dengan kamar yang terbatas dan layanan yang maksimal.

Roll dalam bukunya menyatakan bahwa keberhasilan Adrian Zecha dan Aman Resorts tidak hanya berasal dari konsep unik yang mereka tawarkan, tetapi juga kemampuan mereka dalam menemukan dan memanfaatkan lokasi-lokasi pariwisata yang tersembunyi dan belum banyak dijamah. Strategi ini memungkinkan Aman Resorts memberikan pengalaman perhotelan yang tidak terbandingkan dengan jaringan hotel lainnya.

Hingga saat ini, Aman Resorts telah menjadi salah satu perusahaan perhotelan yang paling bergengsi di dunia. Setiap properti yang memakai awalan “Aman”, seperti Amanjiwo, Amanpuri, Amankila, merupakan bagian dari warisan yang dibangun oleh Adrian Zecha, pengusaha yang lahir di Sukabumi tersebut.