https://mchec.org/

Kepala Sekolah SD di Sampang Ditangkap, Sebab Lecahkan Guru Hingga Wali Murid

mchec.org – MF, seorang direktur sekolah berusia 57 tahun yang bertugas di sebuah distrik di Sampang, Jawa Timur, telah diidentifikasi sebagai subjek dari investigasi atas dugaan pelecehan seksual terhadap dua staf pengajar dan satu orangtua murid. Dikatakan bahwa MF melakukan tindakan tidak pantas yang termasuk menyentuh korban tanpa persetujuan mereka selama periode tiga bulan, mulai dari Juli hingga September 2023. “Kejadian tersebut berlangsung di areal sekolah dimana sang tersangka bekerja, di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Omben, Sampang,” terang AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Sampang pada hari Jumat, 9 Februari 2024. MF diduga melakukan tindakan tersebut karena adanya dorongan seksual terhadap para korban. AKP Sigit menambahkan, “Dari tindakannya tersebut, sang korban kini menghadapi tuduhan berdasarkan Pasal 289 KUHP dan Pasal 294 KUHP sebagai pasal alternatif, dengan ancaman maksimal hingga 12 tahun penjara.”

Setelah resmi dinyatakan sebagai tersangka, MF ditahan pada hari Rabu, 7 Februari 2024. AKP Sigir mengungkapkan bahwa selama penyelidikan, MF terus menolak untuk mengakui tindakan pelecehan verbal yang dilaporkan oleh para korban. MF juga sempat berdalih bahwa ia merasa tidak sehat saat diminta untuk hadir di kepolisian. “Walau ia berupaya menghindar, penyidik melanjutkan penahanannya berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan,” jelas AKP Sigir. Sebelum beralih ke jalur hukum, korban-korban pelecehan oleh MF sempat membuat laporan ke Dinas Pendidikan setempat. Empat perempuan, termasuk dua guru SD, seorang wali murid, dan seorang anggota komunitas yang merupakan rekan MF, diidentifikasi sebagai korban.

Salah satu guru, yang dikenali dengan inisial H, menyebutkan bahwa MF adalah kepala sekolah yang baru ditugaskan di sekolah tersebut sejak setahun yang lalu. “Sebelumnya dia bertugas di sebuah SD di Kecamatan Torjun, Sampang, dan kemudian dipindahkan, tetapi saya tidak mengetahui alasan pastinya,” ungkapnya pada hari Rabu, 6 Desember 2023. Awalnya, MF menunjukkan perilaku yang normal, tetapi setelah beberapa bulan, mulai ada indikasi pelecehan verbal terhadap para guru, yang terjadi pada bulan Agustus 2023. Kejadian ini menyebabkan H dan beberapa koleganya merasa gelisah. “Kami sepakat untuk melaporkan ke Dinas Pendidikan dengan harapan MF tidak mengulangi tindakannya,” tuturnya.