https://mchec.org/

PDI-P Jika Mau Menang Mudah Perpanjang Saja Masa Jabatan Presiden Joko Widodo

mchec.org – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, menyampaikan bahwa partainya memiliki opsi untuk memenangkan kompetisi politik dengan cara yang lebih sederhana, yaitu dengan memperpanjang masa jabatan Presiden Joko Widodo. Namun, Hasto menekankan bahwa PDI-P memilih untuk mengikuti jalur konstitusional dan mendukung pemilihan umum yang teratur setiap lima tahun sebagai sarana untuk memilih pemimpin baru bagi Indonesia. “Dari awal, Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud telah berkomitmen untuk menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Itu sebabnya, walaupun lebih mudah bagi kami untuk memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi, kami memilih untuk berpegang teguh pada konstitusi,” ucap Hasto di acara di Jakarta Pusat, pada hari Minggu, 11 Februari 2024.

Hasto menjelaskan bahwa PDI-P berkomitmen pada proses demokrasi yang adil dan benar seperti yang diamanatkan oleh konstitusi melalui pemilihan yang jujur. Oleh karena itu, ia mengajak agar selama masa tenang tiga hari sebelum pemungutan suara pemilu, institusi seperti TNI dan Polri tetap bersikap netral dan tidak digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan yang bertentangan dengan konstitusi dan hukum. “Kami menekankan pentingnya sikap netralitas dari TNI dan Polri, dan tidak ada manipulasi, intimidasi, atau politik uang dalam tiga hari menjelang pemungutan suara. Ini penting agar pemilu dapat berlangsung secara lancar,” tutur Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengingatkan bahwa sejarah telah menunjukkan bahwa pemilu yang penuh dengan manipulasi, seperti yang terjadi pada tahun 1997, dapat diatasi oleh kehendak rakyat. Meskipun saat itu rezim yang berkuasa memperoleh suara yang sangat tinggi, kekuatan rakyat yang didukung oleh aktivitas mahasiswa berhasil membuat perubahan. “Kekuatan otoriter dengan dukungan suara yang tinggi bisa jatuh oleh gerakan rakyat. Kami berharap suara ini dapat didengar sebagai suara rakyat, suara kebenaran, sehingga dalam tiga hari ke depan, Indonesia dapat menunjukkan demokrasi yang sejati, yang berasal dari, oleh, dan untuk rakyat,” imbuhnya.