KPU Bali Sebut Semua Saksi Sudah Menyatakan Tidak Ada Kecurangan

mchec.org – Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, telah mengungkapkan keyakinannya akan integritas proses pemungutan dan penghitungan suara dalam Pemilu 2024 di Bali. Dengan bukti video yang mencakup semua kecamatan di Provinsi Bali, ia menegaskan bahwa kesaksian dari saksi di tempat pemungutan suara (TPS) menunjukkan tidak adanya pelanggaran atau kecurangan dalam pemilu tersebut.

Pernyataan ini disampaikan di Kantor KPU Bali pada hari Kamis, tanggal 22 Februari, sebagai respons terhadap klaim kecurangan yang belakangan ini berkembang dan mengganggu ketenangan publik. I Dewa Agung Gede Lidartawan menegaskan bahwa tidak ada saksi yang melaporkan adanya tindak ketidaktransparanan atau kecurangan di TPS-TPS di Bali.

Ia tidak secara spesifik menuding pihak tertentu yang seringkali menyebarkan narasi kecurangan, namun menyarankan bahwa dalam pemilu mendatang, perlu dibuat rekaman pernyataan dari para saksi di TPS untuk mengkonfirmasi keberlangsungan pemilu yang jujur dan adil. Dengan cara ini, ia percaya bahwa tidak akan ada lagi tuduhan kecurangan yang dilontarkan tanpa bukti.

Selain itu, I Dewa Agung Gede Lidartawan juga membahas tentang kemungkinan kesalahan manusia yang wajar terjadi dalam input data, yang dapat diverifikasi dan diperiksa bersama melalui formulir C di aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap). Menurutnya, kesalahan semacam ini berbeda dengan kecurangan dan merupakan bagian dari keterbatasan manusia dalam bekerja, terutama dalam kondisi yang menuntut seperti penghitungan suara tengah malam.

Saat ini, proses rekapitulasi suara masih berlangsung di tingkat kecamatan, dan perolehan suara untuk Pilpres dan Pileg masih dapat berubah. I Dewa Agung menegaskan bahwa tidak ada kebenaran di balik isu mengenai manipulasi (“dimakan leak-leak”) suara, menjamin bahwa semua hasil yang dilaporkan di TPS adalah nyata dan dapat dipercaya.

Dengan penegasan ini, KPU Provinsi Bali berupaya untuk memperkuat kepercayaan publik pada sistem pemilihan umum dan menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keadilan dalam proses demokrasi.

 

Pengamat Ungkap Golkar Potensi Kuasai DPR, Raih Suara PDIP Beda Tipis

mchec.org – Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, baru-baru ini memberikan pandangannya mengenai potensi Partai Golkar dalam Pemilu 2024. Menurut Pangi, meskipun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat ini memimpin dalam hal jumlah suara, Partai Golkar memiliki peluang untuk mendapatkan jumlah kursi DPR RI yang lebih banyak. Pangi menekankan bahwa distribusi suara Golkar yang lebih merata di seluruh provinsi, tidak hanya terkonsentrasi di Jawa, bisa menjadi keunggulan tersendiri.

Pangi menyatakan, “Ada kemungkinan jumlah kursi Golkar akan melebihi partai lain,” saat mengomentari hasil hitung cepat KPU yang menunjukkan Partai Golkar mendapatkan 15,11 persen suara, sedangkan PDIP memperoleh 16,8 persen hingga Kamis (22/2) pukul 17.00 WIB. Golkar dikabarkan unggul di 26 daerah pemilihan, sementara PDIP di 23.

Pangi juga menyebut bahwa proses rekapitulasi yang masih berlangsung oleh KPU bisa berarti peningkatan suara untuk Golkar. Ini, menurutnya, mungkin menjadi sumber kekhawatiran bagi PDIP jika suara Golkar terus bertambah.

Dari sisi Partai Golkar, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Golkar, Maman Abdurrahman, optimis partainya akan mencapai target kursi yang telah ditetapkan. Maman menyatakan bahwa prediksi dan target Partai Golkar berada di kisaran 14 hingga 15 persen suara, sesuai dengan hasil survei beberapa lembaga yang memberikan partainya 12 persen suara. Maman menambahkan bahwa kenaikan 2 hingga 3 persen suara tersebut berasal dari infrastruktur partai yang solid serta kekuatan calon legislatif (caleg).

Maman juga mengakui bahwa ada kemungkinan fluktuasi dalam perolehan suara Partai Golkar, dengan potensi kenaikan hingga 10 kursi dan penurunan sekitar 2 hingga 3 kursi. Namun, ia percaya bahwa partainya akan aman dengan minimal 102 kursi berdasarkan data terakhir yang terus diperbarui.

Tanpa terlalu berspekulasi, Maman menolak untuk berspekulasi tentang kemungkinan Partai Golkar melampaui PDIP dalam jumlah kursi. Ia lebih memilih untuk berharap hasil terbaik untuk partainya dan terus mengawasi proses rekapitulasi suara yang sedang berlangsung.

Transjakarta Buka Rute Pulogadung-Kantor Walikota Jakut

mchec.org – PT Transjakarta telah meluncurkan layanan bus baru yang beroperasi antara Pulo Gadung dan Kantor Wali Kota Jakarta Utara, melalui rute Tipar Cakung (10M) pada hari Kamis, tanggal 22 Februari. Inisiatif ini, diumumkan oleh Daud Joseph, Direktur Operasional dan Keselamatan Transjakarta, merupakan langkah untuk memperkuat jaringan transportasi di Jakarta sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, melalui SK No.936 Tahun 2016.

Layanan baru ini dirancang untuk menambah efisiensi perjalanan antara wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Rute yang telah dibuka ini melewati Jalan Raya Tipar Cakung dan Jalan Plumpang Semper, yang disertai dengan penambahan beberapa titik pemberhentian baru. Dengan perubahan ini, Transjakarta berupaya meningkatkan jangkauan layanannya hingga mencapai 88,95 persen, naik dari persentase sebelumnya di bulan Januari 2024 yang sebesar 88,8 persen.

Daud Joseph menekankan pentingnya layanan transportasi umum sebagai penghubung antar wilayah yang memudahkan mobilitas masyarakat. Layanan baru ini, yang memiliki total 82 titik pemberhentian, diharapkan akan memudahkan pergerakan penduduk setempat dengan menggunakan sistem tap in dan tap out yang terintegrasi dengan Kartu Uang Elektronik (KUE) pada perangkat Tap on Bus (TOB) yang tersedia di setiap armada bus.

Transjakarta berkomitmen untuk menyediakan layanan transportasi yang merata dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat, sebagai bagian dari upayanya untuk mengembangkan transportasi massal yang handal di ibu kota.

Untuk kenyamanan pengguna, berikut ini adalah detail rute yang dilalui oleh bus Pulo Gadung-Kantor Wali Kota Jakarta Utara via Tipar Cakung (10M):

Menuju Kantor Wali Kota Jakarta Utara, bus akan melalui Terminal Pulogadung, Jalan Raya Bekasi, Jalan Tipar Cakung, Jalan Raya Tipar Cakung, Jalan Plumpang Semper, dan Jalan Yos Sudarso, dengan titik putar balik sebelum Halte Sunter Kelapa Gading, sebelum akhirnya tiba di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Sebaliknya, dari arah Kantor Wali Kota Jakarta Utara menuju Pulogadung, bus akan beroperasi melalui Jalan Yos Sudarso, Jalan Plumpang Semper, Jalan Tipar Cakung, dan Jalan Raya Bekasi, hingga kembali ke Terminal Pulogadung. Layanan baru ini diharapkan akan menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik Jakarta, memberikan pilihan yang nyaman dan efisien bagi penduduk kota.

Tiga Sekretaris Jenderal Partai Pengusung Anies Gelar Pertemuan ke NasDem Tower

mchec.org – Ketiga sekretaris jenderal dari partai politik yang mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut dua, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, yang dikenal dengan singkatan AMIN, telah melakukan pertemuan di NasDem Tower pada sore hari Kamis, 22 Februari. Hadir dalam pertemuan tersebut Hermawi Taslim dari Partai NasDem, Aboe Bakar Alhabsy dari PKS, dan Hasanuddin Wahid dari PKB.

Detail spesifik mengenai agenda pembahasan dalam pertemuan ini belum sepenuhnya terungkap. Sampai laporan ini disusun, pertemuan masih berlangsung dengan akses terbatas, dimulai sejak kedatangan para sekjen sekitar jam 18.00 WIB.

Salah satu topik yang diperkirakan menjadi fokus diskusi adalah pembahasan mengenai potensi penggunaan hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan dalam pemilihan umum presiden 2024, menurut pernyataan dari Hermawi Taslim dari Partai NasDem.

Keberatan terhadap hasil sementara pemilihan presiden terus dikemukakan oleh kubu AMIN serta tim Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, yang keduanya terpaut dalam perolehan suara dari pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.

Ganjar Pranowo sendiri telah mengajak partai-partai yang mendukung pasangan AMIN di parlemen untuk mempertimbangkan inisiatif hak angket, dengan tujuan untuk menginvestigasi dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024 yang sedang berlangsung.

TNI AD Akan Bangun Korem dan Koramil di IKN

mchec.org – Jenderal Maruli Simanjuntak, selaku Kepala Staf Angkatan Darat Indonesia, telah mengumumkan rencana pembentukan struktur militer baru di Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencana ini mencakup pembangunan Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Rayon Militer (Koramil) yang akan menambah kehadiran militer di kawasan tersebut. Saat ini, proyek yang sedang berlangsung adalah pembangunan Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah yang sama.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada tanggal 22 Februari, Jenderal Maruli menyatakan bahwa telah ada rencana detail untuk membangun fasilitas-fasilitas militer ini, termasuk penempatan 18 satuan baru di IKN. TNI Angkatan Darat siap mendukung peresmian wilayah IKN, termasuk pengawalan upacara peringatan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2024. Diperkirakan antara 1.500 hingga 2.000 personel TNI AD akan dikerahkan untuk kegiatan ini.

Selama kunjungan ke lokasi IKN, Jenderal Maruli melakukan inspeksi pada beberapa lokasi kunci, termasuk Titik Nol Nusantara, Sub Detasemen TNI Markas Besar Angkatan Darat (Sub Denmabesad), lokasi pembangunan Istana Negara, Kodim IKN, area rekreasi Glamping IKN, serta Pelabuhan PT. IHM. Ia mengungkapkan kepuasannya terhadap kemajuan infrastruktur IKN yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Kesiapan dalam pemindahan ibu kota negara dianggap Maruli sebagai langkah taktis yang fundamental untuk memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang di seluruh Indonesia. Jenderal Maruli menekankan bahwa aspek keamanan dan pertahanan adalah komponen krusial dalam perencanaan dan pembangunan IKN, memastikan bahwa struktur dan kebijakan militer disesuaikan dengan kebutuhan ibu kota baru Indonesia yang dinamis.

Survei Indikator Ungkap Bansos Bukan Pendongkrak Suara Prabowo-Gibran

mchec.org – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia menemukan bahwa distribusi bantuan sosial (bansos) tidak signifikan dalam meningkatkan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, untuk Pilpres 2024.

Dari data yang dikumpulkan, terlihat bahwa sebagian besar responden, termasuk mereka yang telah menerima, masih menerima, berhenti menerima, atau bahkan tidak pernah menerima bansos, cenderung memilih pasangan Prabowo-Gibran.

“Kami melihat pola di mana dukungan untuk Prabowo-Gibran tetap kuat di kalangan pemilih, termasuk di antara mereka yang pernah menerima bansos, dengan 59,7% memilih pasangan tersebut,” ujar Rizka Halida, Peneliti Utama di Indikator, dalam konferensi pers virtual pada hari Rabu (21/2).

Meskipun demikian, terdapat juga 23,0% dari responden yang pernah menerima bansos yang mendukung pasangan nomor urut 01, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, serta 17,3% mendukung pasangan nomor urut 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Bahkan responden yang tidak pernah menerima bansos masih menunjukkan dukungan yang tinggi terhadap Prabowo-Gibran dengan angka 56,9%, sementara Anies-Muhaimin mendapatkan 27,0% dan Ganjar-Mahfud 16,1%.

Rizka Halida menjelaskan, “Berdasarkan data kami, tidak ada perbedaan signifikan dalam pilihan mereka yang pernah menerima bansos dengan yang tidak, di mana Prabowo-Gibran tetap menjadi pilihan mayoritas.”

“Kami tidak melihat adanya polarisasi yang besar, bahkan di antara mereka yang tidak menerima bansos. Tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa bansos berdampak signifikan terhadap keputusan mereka dalam pemilihan capres dan cawapres,” tambahnya.

Hasil survei yang sama terkait dengan bantuan 10 kg beras dan bantuan langsung tunai (BLT) yang dibagikan pemerintah juga menunjukkan bahwa hal itu tidak berpengaruh besar terhadap preferensi pemilih.

Menanggapi hasil survei ini, Prof Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indokator Politik Indonesia, menyatakan bahwa efek bansos tidak memiliki dampak besar terhadap perubahan preferensi pemilih.

“Kami tidak menemukan bukti yang kuat bahwa menerima bansos berdampak langsung terhadap dukungan terhadap pasangan nomor 02 (Prabowo-Gibran),” jelas Prof Burhanuddin.

“Dengan perbedaan yang tidak terlalu besar antara responden yang menerima dan yang tidak menerima bansos, Prabowo tetap unggul. Ini menunjukkan bahwa faktor lain mungkin berperan dalam mendukung elektabilitas Prabowo,” tambahnya.

Prof Burhanuddin menyarankan bahwa studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor lain yang mempengaruhi dukungan pemilih, termasuk mungkin kepuasan terhadap Presiden Jokowi yang berkontribusi pada tingginya dukungan untuk Prabowo-Gibran.

“Kami perlu menyelidiki lebih dalam hubungan antara penerimaan bansos dengan persetujuan terhadap Presiden Jokowi. Jika ada korelasi positif antara persetujuan Jokowi dan dukungan terhadap pasangan nomor 02, temuan tersebut mungkin memiliki nuansa yang lebih kompleks dan perlu diuji lebih lanjut,” tutupnya.

 

Gunung Semeru Erupsi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 600 Meter

mchec.org – Gunung Semeru, yang terletak di antara Kabupaten Lumajang dan Malang di Jawa Timur, mengalami erupsi lagi, memuntahkan abu vulkanik hingga ketinggian 600 meter pada malam hari tanggal 21 Februari. Menurut pengamatan dari petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian, kejadian erupsi ini terjadi sekitar pukul 22.19 WIB.

“Dilihat dari pos pengamatan, kolom abu yang terbentuk berwarna dari putih ke kelabu dengan ketebalan yang signifikan, bergerak menuju arah barat laut. Data seismograf mencatat adanya erupsi dengan amplitudo maksimum sebesar 21 mm dan berlangsung selama kurang lebih 127 detik,” ungkap Sigit dalam sebuah rilis tertulis yang diberikan di Lumajang.

Lebih awal pada hari yang sama, puncak tertinggi di Jawa ini juga tercatat mengalami erupsi di pagi hari sekitar pukul 07.17 WIB, dengan tinggi kolom abu vulkanik yang tercatat sekitar 500 meter di atas puncak gunung yang memiliki ketinggian 4.176 meter dari permukaan laut.

“Kolom abu pada erupsi pagi hari juga terlihat berwarna putih ke kelabu dengan intensitas yang tebal mengarah ke barat laut. Kejadian ini terekam dengan amplitudo seismik sebesar 21 mm dan berdurasi 100 detik,” lanjut Sigit.

Status dari Gunung Semeru, yang berdiri dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut, saat ini masih ditetapkan pada Siaga atau Level III. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar gunung diimbau untuk mengikuti rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Instruksi yang diberikan menyatakan bahwa warga dilarang melakukan aktivitas di area tenggara yang melintasi Besuk Kobokan, hingga jarak 13 km dari puncak gunung yang menjadi pusat erupsi. Di luar dari batasan tersebut, warga juga diharapkan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepian sungai yang mengalir di sepanjang Besuk Kobokan, karena adanya risiko terkena dampak dari awan panas dan lahar yang mungkin mengalir hingga jarak 17 km dari puncak.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tidak berada dalam radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko tinggi terhadap terjangan batu pijar.

Warga juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lainnya seperti awan panas, luncuran lava, dan lahar yang mungkin terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bersumber dari puncak Gunung Semeru, terutama di area Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

 

Ade Armando Heran Dengan Perolehan Suaranya Naik Hingga 400 Ribu di Luar Akal Sehat

mchec.org – Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, telah memberi saran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda publikasi hasil penghitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR di situs resmi mereka sampai ada kepastian bahwa data yang disajikan adalah akurat. Ade melalui akun media sosialnya pada hari Rabu (21/2), yang mana unggahannya ini telah diberikan izin untuk disebarkan, menyampaikan keheranannya atas fluktuasi jumlah suara yang dia terima.

Dia mengkritik inkonsistensi data di situs KPU yang menurutnya dapat menyebabkan kebingungan dan keraguan di kalangan masyarakat terhadap keakuratan data KPU.

Ade memberikan contoh spesifik dari dapilnya sendiri, DKI Jakarta II, yang mencakup wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan pemilih dari luar negeri.

“Data di situs KPU tentang jumlah suara yang saya peroleh sangat fluktuatif dalam seminggu terakhir. Awalnya 6 ribu, kemudian melonjak secara drastis hingga 90 ribu, dan terus meningkat hingga 100 ribu, 200 ribu, bahkan ada saatnya mencapai 400 ribu,” tutur Ade.

Dia menyatakan akan senang jika memang mendapatkan suara sebanyak itu, namun dia merasa peningkatan tersebut tidak masuk akal.

Baru-baru ini, Ade menyebut jumlah suaranya mengalami penurunan, yang ia anggap sebagai tindakan perbaikan dari pihak KPU.

“Baru-baru ini tampak ada upaya perbaikan besar-besaran karena suara yang saya dapatkan menurun menjadi 26 ribu. Lalu pada pukul 12.00 siang jumlahnya menurun lagi menjadi 24 ribu dan pada pukul 14.30 turun lebih jauh menjadi 23 ribu. Saya harap tidak terjadi penurunan lebih lanjut yang signifikan di hari-hari berikutnya,” papar Ade.

Dia menyatakan bahwa masalah serupa bukan hanya terjadi pada dapil Jakarta II, tetapi juga di banyak dapil lain.

Ade menekankan bahwa, meskipun KPU harus menangani volume data yang sangat besar, masalah seperti ini seharusnya dapat diantisipasi dan solusinya ditentukan sebelum publikasi hasil penghitungan suara yang sebenarnya dimulai.

“Kendala ini adalah sesuatu yang seharusnya sudah bisa diprediksi dan untuk itu, langkah-langkah penyelesaiannya seharusnya sudah disiapkan sebelum hasil real count dirilis,” ujar Ade.

Kejaksaan Agung RI Tetapkan 2 Tersangka Baru di Kasus Korupsi IUP PT Timah

mchec.org – Kejaksaan Agung Republik Indonesia telah menetapkan dua individu dari sektor swasta sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan perdagangan timah. Kasus ini terjadi di area Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki oleh PT Timah dari tahun 2015 hingga 2022. Kuntadi, yang merupakan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus, mengungkapkan bahwa kedua tersangka tersebut adalah Suparta, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Refined Bangka Tin, dan Reza Andriansyah, yang merupakan Direktur Business Development di perusahaan yang sama.

“Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap kedua individu tersebut dan berdasarkan barang bukti yang ada, kami menemukan cukup bukti untuk menetapkan mereka sebagai tersangka,” kata Kuntadi dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada hari Rabu (21/2).

Untuk memastikan kelancaran proses penyidikan, kedua tersangka akan ditahan di Rumah Tahanan Salemba, yang merupakan bagian dari Kejaksaan Agung, selama 20 hari ke depan.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan sebanyak 11 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Timah yang beroperasi di Bangka Belitung, termasuk satu tersangka yang ditetapkan atas kasus penghalang penyidikan atau obstruction of justice. Para tersangka ini diduga terlibat dalam penandatanganan perjanjian kerjasama yang tidak sah dengan PT Timah Tbk. Dua dari tersangka PT Timah yang telah ditahan adalah MRPT, yang dikenal sebagai RZ, yang menjabat sebagai Direktur Utama selama periode 2016-2021 dan EE atau EML, yang merupakan Direktur Keuangan selama periode 2017-2018.

Kejaksaan Agung juga menyebutkan bahwa kerugian ekologis yang ditimbulkan dari kasus ini diperkirakan mencapai angka Rp271 Triliun, berdasarkan perhitungan ahli lingkungan dari IPB, Bambang Hero Saharjo. Kerusakan ini terbagi menjadi tiga kategori, yaitu kerugian ekologis sebesar Rp183,7 triliun, kerugian ekonomis lingkungan sebesar Rp74,4 triliun, dan biaya pemulihan lingkungan sebesar Rp12,1 triliun.

Meski begitu, Kuntadi menegaskan bahwa angka tersebut masih belum final dan saat ini tim penyidik masih bekerja untuk menghitung kerugian finansial negara yang mungkin terjadi akibat dari tindakan korupsi tersebut.

“Angka kerugian ekologis yang telah dihitung tersebut akan ditambah dengan potensi kerugian finansial negara yang saat ini masih dalam tahap perhitungan. Kami masih menantikan hasil final dari perhitungan tersebut,” pungkasnya.

Tamara Mengatakan Dante Anaknya Pernah Liat Penganiayaan Oleh Eks Suami

mchec.org – Selebriti Tamara Tyasmara telah mengkonfirmasi bahwa dia pernah melaporkan mantan suaminya, Angger Dimas, atas tuduhan penganiayaan. “Memang benar kejadian itu terjadi, tapi ini peristiwa yang sudah berlalu, terjadi pada tahun 2021 dan laporan tersebut juga sudah diajukan sejak lama,” ujar Tamara di kantor kepolisian di Jakarta Selatan pada hari Rabu (21/2).

Tamara juga mengungkapkan bahwa saat insiden penganiayaan tersebut terjadi, anaknya Dante berada di tempat kejadian. Meski demikian, Tamara menegaskan bahwa Dante tidak mengalami kekerasan.

“Dante memang berada di lokasi tetapi tidak menjadi korban. Dia hanya menyaksikan,” kata Tamara.

Tamara menambahkan bahwa saat ini ia lebih memfokuskan perhatian pada kasus kematian anaknya, Dante, daripada insiden penganiayaan yang terjadi sebelumnya.

“Saya lebih mengutamakan urusan mengenai Dante saat ini, jadi saya tidak ingin membicarakan masalah rumah tangga yang sudah berlalu. Itu sudah terjadi cukup lama,” terangnya.

Saat ini Tamara sedang menghadapi kasus kematian anaknya Dante (6 tahun) yang meninggal akibat tenggelam saat berenang di sebuah kolam renang di wilayah Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Sabtu (27/1).

Setelah melakukan serangkaian investigasi, polisi menetapkan Yudha Arfandi, pasangan Tamara saat ini, sebagai tersangka dalam kasus kematian Dante.

Yudha berhasil ditangkap oleh kepolisian di daerah Pondok Kelapa, dan setelah menjalani berbagai pemeriksaan, ia kemudian ditahan oleh pihak berwajib.

Yudha dihadapkan pada Pasal 76c Jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian.

Menurut pengakuan Yudha kepada polisi, dia mengatakan bahwa alasan mengajak Dante berenang adalah untuk melatih pernapasan agar lebih kuat.

Hasil autopsi mengonfirmasi bahwa Dante meninggal karena tenggelam, yang diperkuat oleh bukti-bukti yang ditemukan pada tubuhnya.