China Tercatat Deflasi Menjelang Imlek

mchec.org – Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) dan Indeks Harga Produsen (IHP) atau Producer Price Index (PPI) di China tercatat mengalami penurunan yang mengarah pada deflasi seiring mendekatnya perayaan Imlek. Kondisi ini membawa pengaruh buruk pada pasar di tengah prediksi melambatnya perekonomian global.

Menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional China, IHK China mengalami penurunan tahunan sebesar 0,8% pada bulan Januari 2024. Angka ini merupakan penurunan terbesar dalam periode lebih dari satu dekade terakhir, sejak 14 tahun yang lalu, dan lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memproyeksikan penurunan sebesar 0,5%.

Penurunan ini menandai bulan keempat berturut-turut IHK berkurang, dengan deret penurunan terpanjang yang terjadi sejak Oktober 2009.

Di sisi lain, IHP China mengalami penurunan sebesar 2,5% pada tahunan di bulan yang sama, yang mana berarti penurunan lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,7%, dan juga lebih rendah dari proyeksi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 2,6%.

Walaupun penurunan IHP terbaru ini menunjukkan yang terlemah dalam empat bulan terakhir, ini juga mencerminkan kontraksi harga produsen selama 16 bulan berturut-turut, mengindikasikan adanya tekanan deflasi yang berkelanjutan di ekonomi China.

Penurunan IHK dan IHP di China terjadi di tengah upaya negara tersebut dalam mengatasi penurunan harga yang telah dimulai sejak awal tahun sebelumnya, mendorong para pembuat kebijakan untuk menurunkan suku bunga guna mendorong pertumbuhan. Hal ini terjadi sementara negara-negara maju lainnya justru fokus pada pengendalian inflasi yang tinggi.

Di tengah semua ini, permintaan global yang masih terbatas menambah tekanan, dengan survei yang dilakukan oleh otoritas resmi menunjukkan adanya penurunan aktivitas di sektor manufaktur China pada bulan Januari.

Pasar saham China sempat terpukul oleh pengumuman data IHK yang mengecewakan sebelum akhirnya pulih, didukung oleh serangkaian kebijakan stimulus yang diperkenalkan baru-baru ini.

Mirisnya Konsumsi di Tahun Baru Imlek

Dari sumber Reuters, di salah satu pasar grosir makanan paling ramai di Beijing, suasana yang biasanya ramai menjelang Tahun Baru Imlek tidak terasa sama tahun ini. Sudut-sudut yang biasanya dipenuhi dengan daging kini terlihat lebih sepi, dan pembeli tampak lebih berhati-hati dalam berbelanja.

Pedagang daging di ibu kota tersebut menghadapi masa sulit, dengan konsumen yang tampaknya membatasi pengeluaran mereka, termasuk untuk daging babi yang selama ini merupakan makanan pokok dalam perayaan. Jika konsumen sudah mulai mengurangi pembelian daging babi, yang merupakan tradisi dalam perayaan Imlek, maka para pedagang ini berada dalam posisi yang menantang untuk menemukan alternatif yang dapat mereka tawarkan.

Selain daging babi, konsumen mungkin juga mengurangi pengeluaran mereka untuk item makanan lain yang dianggap mewah atau tidak esensial. Ini bisa mencakup berbagai jenis daging lain, seafood, makanan penutup tradisional, dan makanan ringan khusus yang sering dikonsumsi selama periode perayaan. Sikap hemat ini mencerminkan kehati-hatian dalam pengeluaran di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti dan mungkin juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti kesehatan dan keberlanjutan.

CPI China Sebulan Sebelum Imlek % yoy

Secara historis, Indeks Harga Konsumen (CPI) di China cenderung fluktuatif menjelang perayaan Imlek, namun tercatat bahwa angka tersebut mencapai puncaknya pada Januari 2020 dengan lonjakan hingga 5,4% pada basis year-on-year (yoy), tepat sebelum pandemi Covid-19 mempengaruhi skala global.

Setelah pandemi mulai mempengaruhi China, CPI di negara tersebut terlihat stabil pada level yang lebih rendah, khususnya di tengah kondisi ekonomi global yang melambat dan berbagai tantangan domestik yang dihadapi China, termasuk krisis di sektor properti.

Krisis properti di China telah memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi, mengingat sektor ini merupakan salah satu pilar utama perekonomian negara tersebut. Dengan adanya penurunan aktivitas di sektor properti, konsumsi dalam negeri pun terpengaruh, yang mana dapat mempengaruhi CPI karena berkurangnya permintaan terhadap barang dan jasa tertentu.

Kombinasi dari faktor-faktor ini—dampak pandemi, perlambatan ekonomi global, dan krisis di sektor properti—semuanya berkontribusi terhadap penurunan tekanan harga di China, yang tercermin dalam angka CPI yang lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya.

3 Lembaga Asing Survei Pilpers RI, Siapa Yang Akan Menang?

mchec.org – Terdapat ketertarikan yang signifikan dari berbagai lembaga internasional untuk melaksanakan survei terkait pemilihan presiden di Indonesia. Hingga saat ini, ada tiga lembaga yang telah mengadakan survei khusus untuk menilai popularitas calon presiden Republik Indonesia.

Mengenai hasil survei tersebut, belum ada informasi spesifik yang disebutkan dalam pertanyaan Anda. Hasil survei bisa beragam, tergantung pada metode pengumpulan data, sampel yang digunakan, serta waktu survei dilaksanakan. Figur-figur seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo sering kali disebut-sebut sebagai kandidat unggulan dalam berbagai survei yang beredar, namun perlu data yang lebih spesifik untuk mendeterminasi siapa yang memimpin dalam survei-survei tersebut.

Survei The Economist

Publikasi dari The Economist terus mengupdate polling terkait siapa yang akan menjadi presiden Indonesia selanjutnya. Pembaruan terakhir yang dirilis pada pagi hari Rabu menunjukkan Prabowo Subianto memimpin dengan rata-rata dukungan sebesar 53%, berdasarkan data yang dikumpulkan sampai tanggal 28 Januari. Tren dukungan terhadap Prabowo telah meningkat sejak awal tahun 2023, dengan persentase terendahnya berada di kisaran 49% dan tertinggi mencapai 57%.

Dalam polling yang sama, Anies Baswedan mendapatkan dukungan dengan rata-rata median sebesar 20%. Angka dukungan untuk Anies terlihat stabil walaupun terjadi peningkatan kecil pada Desember 2023, yang bertepatan dengan dimulainya debat calon presiden. Angka dukungan terendah yang diperoleh Anies berada di sekitar 14%, sementara puncak dukungannya adalah 27%.

Adapun Ganjar Pranowo dalam polling tersebut mendapat rata-rata median dukungan sebesar 19%. Grafik yang disajikan menunjukkan adanya penurunan dukungan sejak Oktober. Namun, dukungan untuk Ganjar masih bisa mencapai puncak sebesar 23% dalam kisaran tertinggi, sementara di rentang terendahnya adalah 16%.

Survei Utting Research

Lembaga penelitian Utting Research dari Australia melaporkan hasil survei terkait calon presiden Indonesia yang telah diterbitkan pada Januari lalu. Dalam survei tersebut, diketahui pasangan Prabowo-Gibran mendapatkan persentase tertinggi dengan 44%, diikuti oleh Anies-Cak Imin yang memperoleh 28% suara, dan Ganjar-Mahfud dengan 21% suara. Hasil survei juga menunjukkan adanya pergeseran dalam dukungan pasca debat presiden, di mana Anies mengalami peningkatan dukungan sementara Prabowo mengalami sedikit penurunan.

John Utting, Managing Director Utting Research, dalam rilis yang diberikan, menekankan kenaikan dukungan yang signifikan untuk Anies Baswedan pasca debat pertama pemilihan presiden. Kenaikan sebesar 6% tersebut dianggap sebagai penambahan yang berarti dan menjadikan Anies sebagai pesaing yang kuat dalam kompetisi pilpres.

Berdasarkan survei nasional yang dilakukan setelah debat dan melibatkan 1.200 responden, Anies Baswedan berhasil mendapatkan tambahan dukungan sebesar 28%. Debat pertama itu diperkirakan sebagai momen krusial yang mempengaruhi dinamika pilpres. Utting menyoroti bahwa Anies dianggap sebagai kandidat yang paling menonjol dalam debat, dengan 41% pemilih memandang penampilannya paling impresif, melebihi Prabowo yang mendapat 36% dan Ganjar dengan 20%.

Utting Research dikenal memiliki pengalaman dalam melakukan riset pemilihan umum serta kampanye di banyak negara, tidak hanya di Australia dan Selandia Baru, tapi juga di kawasan Asia Pasifik, Amerika, dan Uni Eropa.

Survei Roy Morgan

Riset terbaru dari Roy Morgan Research, sebuah lembaga riset Australia, telah mengungkapkan temuan survei terkait kontestasi pilpres Indonesia tahun 2024. Survei ini mengindikasikan kemungkinan pilpres diselesaikan dalam satu putaran saja.

Berdasarkan survei tersebut, calon nomor urut dua, Prabowo Subianto, mengalami peningkatan yang signifikan dengan raihan suara mencapai 43%, naik 13% poin dari kuartal sebelumnya pada bulan September 2023. Roy Morgan Research menunjukkan bahwa Prabowo berada di dekat ambang kemenangan dalam putaran pertama pemilihan presiden.

Prabowo disebut memiliki margin yang cukup besar atas pesaingnya, dengan Ganjar Pranowo mendapatkan 30% suara—menurun 8% poin—dan Anies Baswedan mendapat 24% suara—turun 1% poin. Kedua kandidat tersebut bersaing ketat untuk posisi kedua.

Survei juga mencatat bahwa hanya 3% pemilih di Indonesia yang masih belum memutuskan pilihan mereka, angka ini turun 4% poin dari sebelumnya.

Secara geografis, Prabowo didapuk memimpin di semua wilayah populasi utama di Indonesia. Di pulau Jawa, misalnya, dukungan untuk Prabowo mencapai 41%, unggul dari Ganjar dan Anies. Namun, Ganjar masih mempertahankan dukungan yang sangat kuat di provinsi asalnya, Jawa Tengah, dengan 56% suara, sementara Prabowo mendapatkan 40% dan Anies hanya 4%.

Di Sumatera, Prabowo menikmati keunggulan yang lebih besar lagi dengan hampir separuh suara, yaitu 49%. Di pulau-pulau lain seperti Sulawesi dan Kalimantan, Prabowo juga unggul dibandingkan Ganjar dan Anies.

Menariknya, dukungan untuk Prabowo mengalami lonjakan besar setelah dia memilih Gibran Rakabuming Raka, Walikota Surakarta dan putra sulung Presiden Joko Widodo, sebagai calon wakil presidennya. Pilihan ini dianggap telah mempengaruhi penurunan dukungan untuk Ganjar dari PDI-P dan juga mengurangi jumlah pemilih yang tidak memutuskan.

Survei ini dilakukan setelah ketiga kandidat telah resmi mengumumkan cawapres mereka dan mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data diperoleh melalui wawancara tatap muka yang dilakukan pada Desember 2023 dengan 1.255 pemilih di 17 provinsi di Indonesia, memastikan sampel tersebut representatif dari populasi pemilih secara geografis dan demografis.

Bukan Ukraina! Putin Jawab Perang Baru Dengan 2 Negara Eropa

mchec.org – Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam wawancara terbaru yang dilakukan di Moskow dan disiarkan melalui situs Tucker Carlson, menanggapi isu tentang kemungkinan Rusia memperluas konfliknya ke negara-negara lain seperti Polandia dan Latvia. Putin menegaskan tidak ada rencana atau minat dari Rusia untuk melibatkan negara-negara tersebut dalam perang. Dia menyatakan, sesuai dengan laporan dari Reuters pada tanggal 9 Februari 2024, bahwa Rusia hanya akan bereaksi jika ada agresi terhadapnya.

Putin juga menanggapi situasi seorang wartawan Wall Street Journal, Evan Gershkovich, yang ditahan di Rusia dengan tuduhan spionase. Diskusi tentang kemungkinan pembebasan wartawan tersebut menjadi topik hangat dalam wawancara tersebut.

Selain itu, Putin mengungkapkan kekecewaannya terhadap Ukraina yang, menurutnya, hampir mencapai kesepakatan di Istanbul pada April 2022 untuk mengakhiri konflik tetapi mengubah sikap setelah pasukan Rusia mundur dari Kyiv. Dia menyatakan bahwa keputusan Ukraina untuk mencoba mengubah situasi tidak akan mempengaruhi pendekatan Rusia.

Sebelum wawancara ini, Putin telah muncul dalam wawancara resmi dengan media Amerika Serikat pada Oktober 2021, di mana dia berbicara dengan Hadley Gamble

Bikin Tercengang, Tetangga RI Punya Pulau Surga Pesta Sex Hingga Bule Pun Kaget

mchec.org – Adrian Zecha, asal Sukabumi, Indonesia, merintis kariernya di industri perhotelan pada tahun 1972 dengan ikut serta dalam pembangunan Regent International Hotels. Kepiawaiannya dalam bisnis ini kemudian mengantarkan dia untuk mendirikan rantai hotelnya sendiri pada tahun 1988, yang dikisahkan oleh Martin Roll dalam “Asian Brand Strategy” yang terbit tahun 2015.

Konsep hotel yang diusung oleh Adrian berbeda dari yang lazim pada waktu itu. Daripada menghadirkan hotel dengan banyak ruangan dan kelas yang beragam, dia bertekad untuk menciptakan hotel yang lebih eksklusif dan intim, dengan jumlah kamar yang terbatas hanya sekitar 50. Pendekatan ini memungkinkan hotel untuk dibangun di lokasi-lokasi yang lebih terpencil tanpa mengganggu keindahan alam sekitarnya.

Ide ini diwujudkan pertama kali di Phuket, Thailand, di mana Adrian bersama rekan bisnisnya, Anil Thadani, menginvestasikan US$ 4 juta untuk membangun hotel pertama mereka. Pada bulan Desember 1987, Amanpuri, yang berarti “tempat damai” dalam bahasa Sanskerta, dibuka untuk umum. Hotel ini dirancang untuk menawarkan kedamaian dan pengalaman eksklusif kepada para tamunya, lewat jumlah kamar yang terbatas dan pelayanan yang maksimal.

Menurut Roll di bukunya, keberhasilan Adrian dan Aman Resorts tidak hanya berasal dari konsep unik yang mereka tawarkan, tapi juga dari kemampuan mereka dalam menemukan dan memanfaatkan lokasi-lokasi wisata tersembunyi yang belum banyak tersentuh. Strategi ini memungkinkan Aman Resorts untuk memberikan pengalaman yang tidak bisa ditandingi oleh hotel-hotel lain.

Saat ini, Aman Resorts telah menjadi salah satu perusahaan perhotelan paling prestisius di dunia. Setiap properti yang membawa nama “Aman”, seperti Amanjiwo, Amanpuri, Amankila, menandakan bahwa mereka adalah bagian dari warisan yang dibangun oleh Adrian Zecha, pria kelahiran Sukabumi tersebut.

Ko Pha Ngan dan Tantrisme

Adrian Zecha, yang berasal dari Sukabumi, Indonesia, memulai langkah awalnya di industri perhotelan pada tahun 1972 dengan terlibat dalam pengembangan Regent International Hotels. Keberhasilan dalam usaha tersebut membuka jalan bagi dirinya untuk membentuk rangkaian hotel mewah miliknya sendiri pada tahun 1988, sebuah perjalanan yang diabadikan Martin Roll dalam buku “Asian Brand Strategy” yang terbit pada tahun 2015.

Visi Zecha terhadap industri hotel adalah menciptakan sesuatu yang berbeda dari model hotel besar yang lazim pada saat itu, yang memiliki banyak kamar dengan berbagai tingkat layanan. Ia bertekad untuk menghadirkan pengalaman hotel yang lebih eksklusif dan pribadi, dengan jumlah kamar yang dibatasi hanya sekitar 50 kamar. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan hotel di lokasi yang lebih terpencil tanpa merusak keindahan alam sekitarnya.

Impian ini pertama kali diwujudkan di Phuket, Thailand, di mana Zecha bersama mitra bisnisnya, Anil Thadani, menggelontorkan dana sebesar 4 juta dolar AS untuk membangun hotel pertama mereka. Pada bulan Desember 1987, Amanpuri, yang berarti “tempat yang damai” dalam bahasa Sanskerta, dibuka untuk umum. Hotel ini dirancang untuk memberikan ketenangan dan pengalaman eksklusif kepada tamunya, dengan kamar yang terbatas dan layanan yang maksimal.

Roll dalam bukunya menyatakan bahwa keberhasilan Adrian Zecha dan Aman Resorts tidak hanya berasal dari konsep unik yang mereka tawarkan, tetapi juga kemampuan mereka dalam menemukan dan memanfaatkan lokasi-lokasi pariwisata yang tersembunyi dan belum banyak dijamah. Strategi ini memungkinkan Aman Resorts memberikan pengalaman perhotelan yang tidak terbandingkan dengan jaringan hotel lainnya.

Hingga saat ini, Aman Resorts telah menjadi salah satu perusahaan perhotelan yang paling bergengsi di dunia. Setiap properti yang memakai awalan “Aman”, seperti Amanjiwo, Amanpuri, Amankila, merupakan bagian dari warisan yang dibangun oleh Adrian Zecha, pengusaha yang lahir di Sukabumi tersebut.

Diusir Dari RI, Pria Ini Malah Jadi Raja Hotel Dunia

mchec.org – Adrian Zecha, asal Sukabumi, Indonesia, merupakan pendiri dari Aman Resorts, sebuah jaringan hotel mewah yang saat ini telah berkembang dan mempunyai properti di berbagai negara di dunia. Memulai pada tahun 1988, Aman Resorts telah menjadi simbol kemewahan dan pelayanan eksklusif. Saat ini, kepemimpinan Aman berada di tangan Vladislav Doronin, seorang pengusaha Rusia.

Lahir pada tahun 1933, Adrian Zecha berasal dari keluarga Tionghoa yang diakui tidak hanya karena kekayaan mereka tetapi juga karena pengaruh sosial yang signifikan. Hal ini dijelaskan oleh Mely Tan dalam studinya tentang komunitas Tionghoa di Sukabumi yang diterbitkan pada tahun 1963, dimana keluarga Zecha dijuluki sebagai bagian dari ‘cabang atas’, yang menggambarkan status sosial dan keberhasilan mereka di Indonesia.

Ayah Adrian, William Lauw-Zecha, mendapatkan pengakuan sebagai warga Indonesia pertama yang meraih gelar akademis dari Universitas Lowa di Amerika Serikat pada tahun 1923. Saudara-saudara Adrian juga memiliki peran penting dalam pemerintahan kolonial di Indonesia, yang memberikan Adrian berbagai keistimewaan dan kemudahan dalam kehidupannya.

Adrian sendiri mengenyam pendidikan tinggi di Pennsylvania, Amerika Serikat pada dekade 1950-an. Namun, pada akhir 1950-an, situasi politik di Indonesia berubah drastis ketika Presiden Sukarno melancarkan kebijakan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan swasta, yang juga diiringi dengan peningkatan sentimen anti-asing. Akibat dari kebijakan tersebut, keluarga Zecha mengalami nasib yang serupa dengan banyak keluarga Tionghoa lainnya, yaitu kehilangan bisnis mereka yang kemudian diambil alih oleh pemerintah. Kejadian ini memaksa keluarga Zecha untuk pindah dan menetap di Singapura.

Pada masa itu, Adrian beruntung karena ia berada di Amerika Serikat, bekerja sebagai jurnalis untuk majalah Time. Sebelum ia memasuki industri perhotelan, Adrian membangun karirnya dalam jurnalisme, khususnya dalam bidang wisata. Pengalamannya sebagai jurnalis wisata memberinya kesempatan untuk mengunjungi berbagai destinasi di seluruh dunia, memperluas wawasan dan membangkitkan minatnya dalam industri pariwisata dan perhotelan, yang pada akhirnya membawanya untuk mendirikan Aman Resorts.

Adrian Zecha, asal Sukabumi, Indonesia, merintis kariernya di industri perhotelan pada tahun 1972 dengan ikut serta dalam pembangunan Regent International Hotels. Kepiawaiannya dalam bisnis ini kemudian mengantarkan dia untuk mendirikan rantai hotelnya sendiri pada tahun 1988, yang dikisahkan oleh Martin Roll dalam “Asian Brand Strategy” yang terbit tahun 2015.

Konsep hotel yang diusung oleh Adrian berbeda dari yang lazim pada waktu itu. Daripada menghadirkan hotel dengan banyak ruangan dan kelas yang beragam, dia bertekad untuk menciptakan hotel yang lebih eksklusif dan intim, dengan jumlah kamar yang terbatas hanya sekitar 50. Pendekatan ini memungkinkan hotel untuk dibangun di lokasi-lokasi yang lebih terpencil tanpa mengganggu keindahan alam sekitarnya.

Ide ini diwujudkan pertama kali di Phuket, Thailand, di mana Adrian bersama rekan bisnisnya, Anil Thadani, menginvestasikan US$ 4 juta untuk membangun hotel pertama mereka. Pada bulan Desember 1987, Amanpuri, yang berarti “tempat damai” dalam bahasa Sanskerta, dibuka untuk umum. Hotel ini dirancang untuk menawarkan kedamaian dan pengalaman eksklusif kepada para tamunya, lewat jumlah kamar yang terbatas dan pelayanan yang maksimal.

Menurut Roll di bukunya, keberhasilan Adrian dan Aman Resorts tidak hanya berasal dari konsep unik yang mereka tawarkan, tapi juga dari kemampuan mereka dalam menemukan dan memanfaatkan lokasi-lokasi wisata tersembunyi yang belum banyak tersentuh. Strategi ini memungkinkan Aman Resorts untuk memberikan pengalaman yang tidak bisa ditandingi oleh hotel-hotel lain.

Saat ini, Aman Resorts telah menjadi salah satu perusahaan perhotelan paling prestisius di dunia. Setiap properti yang membawa nama “Aman”, seperti Amanjiwo, Amanpuri, Amankila, menandakan bahwa mereka adalah bagian dari warisan yang dibangun oleh Adrian Zecha, pria kelahiran Sukabumi tersebut.

Ahok Singgung Pihak Ingin Ganti Pancasila, Soal Koalisi Ganjar-Anies

mchec.org  – Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal sebagai Ahok, politisi dari PDI Perjuangan, memberikan pandangannya tentang potensi kerja sama antara pasangan calon nomor urut 3, Ganjar-Mahfud, dengan pasangan nomor urut 1, Anies-Muhaimin dalam Pemilihan Presiden 2024. Ahok menegaskan bahwa partainya akan tetap berpegang pada prinsip-prinsip meritokrasi dan dukungan terhadap program Nawacita sebagai kriteria utama dalam mendukung calon presiden.

Dalam sebuah sesi dialog yang bertajuk ‘Ahok Is Back’ yang diselenggarakan di Warunk Wow, Jakarta Selatan, pada hari Kamis tanggal 8 Februari 2024, Ahok berkata, “Kami dari partai kami sudah jelas tidak akan mendukung calon presiden yang tidak berkomitmen menjalankan Nawacita.”

Ahok juga membahas tentang masa lalu ketika Gamawan Fauzi, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, meminta para kepala daerah untuk berkoordinasi dengan FPI. “Di PDI Perjuangan kami tidak pernah memanfaatkan siapa pun untuk berkuasa. Masih ingatkah saat Gamawan Fauzi meminta semua kepala daerah untuk berkoordinasi dengan FPI?” ucap Ahok.

Lebih lanjut, Ahok mengangkat contoh Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah yang menentang permintaan tersebut. “Ganjar Pranowo di Jawa Tengah saat itu menolak. Pernahkah Anda melihat Ganjar mendatangi dan memberi hormat secara berlebihan kepada Rizieq Shihab? Itu adalah instruksi dari Mendagri, dan Ganjar menolaknya,” lanjut Ahok.

Ahok menegaskan bahwa sikap partainya konsisten dalam hal tidak bersedia berkoalisi dengan pihak mana pun yang berkeinginan mengubah ideologi Pancasila di Indonesia. “Kami dilatih sebagai kader yang berpikiran rasional dan tidak akan mungkin bekerja sama dengan siapa pun yang ingin mengganti ideologi Pancasila,” tegasnya.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut setelah dialog, Ahok memilih untuk tidak memberikan komentar tambahan. “Untuk pertanyaan tentang koalisi, silakan tanya langsung kepada partai. Saya bukan bagian dari struktur partai,” tuturnya saat ditanya lebih lanjut.

Capek-Capek Kuliah Hukum Malah Disuruh Pilih Pelanggar Hukum Ucap Cak Imin

mchec.org – Dalam sebuah kunjungan politik ke Bandung, Jawa Barat, Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, membahas tentang tren konten yang populer di media sosial yang berkaitan dengan pendidikan hukum dan pilihan politik. Komentar ini diungkapkannya dalam sebuah pidato politik di GOR C-Tra Arena, Kota Bandung, pada hari Kamis tanggal 8 Februari 2024.

Di awal pidatonya, Cak Imin mengomentari fenomena yang sedang beredar di media sosial. “Saat ini ada tren baru yang muncul di media sosial,” ujar Cak Imin dalam pidatonya.

Lebih lanjut, dia mengutip salah satu konten yang menjadi viral dan menyoroti ironi dalam konten tersebut. “Ada yang mengatakan, ‘Menghabiskan waktu bertahun-tahun belajar hukum, hanya untuk diarahkan memilih mereka yang melanggar hukum, bukankah itu merugikan?'” kata Cak Imin.

Kemudian, dia mengacu pada konten viral lain yang menyinggung masalah pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi. “Ada pula yang berkata, ‘Bertapa lelahnya menuntut ilmu, namun pada akhirnya hanya berujung pada pengangguran, bukankah itu merugikan?'” tambahnya.

Para hadirin di acara kampanye tersebut merespon dengan tawa saat mendengar ungkapan Cak Imin. Dia menegaskan bahwa perubahan diperlukan di Indonesia dan tidak boleh ada sikap pembiaran dari pemerintah terhadap isu-isu seperti ini.

Cak Imin menekankan, “Tampaknya kita semua sudah mengerti, menyelesaikan pendidikan tinggi namun berakhir menjadi pengangguran, dan jika hal ini dibiarkan berlanjut oleh pemerintah, tentu saja itu merugikan.”

 

Rute Tanah Abang-Rangkasbitung Terganggu Usai Tabrakan Mobil Vs KRL di Tigaraksa

mchec.org – Sebuah insiden tabrakan melibatkan sebuah mobil dan Kereta Rel Listrik (KRL) telah terjadi di jalur antara Tanah Abang dan Rangkasbitung. Kejadian ini berlangsung pada hari Kamis, tanggal 8 Februari 2024. Informasi mengenai insiden ini disampaikan melalui akun Twitter resmi untuk KRL, @CommuterLine, yang menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut terjadi di sekitar area antara Stasiun Daru dan Tigaraksa.

Dalam tweet yang diposting oleh @CommuterLine, disebutkan: “Terjadi insiden dengan KA 1694 (Tanah Abang – Rangkasbitung) yang berkolisi dengan sebuah kendaraan mobil di sektor antara Stasiun Daru dan Tigaraksa.”

Proses evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan sedang dilakukan. Akibat dari kejadian ini, perjalanan KRL pada rute tersebut terhambat karena jalur tidak dapat dilalui sementara waktu.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang yang perjalanannya terpengaruh oleh kejadian ini.

Pernyataan resmi dari PT KCI mengkonfirmasi bahwa, “Prosedur evakuasi sedang berlangsung. Saat ini perjalanan kereta belum bisa dilanjutkan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.”

Polisi Mulai Bidik Tersangka Kasusu Kematian Anak Tamara Tyasmara

mchec.org – Penyidik dari Subdit Jatanras, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, telah resmi mengubah status kasus kematian Dante, anak dari Tamara Tyasmara, dari fase penyelidikan menjadi penyidikan. Langkah ini menandai transisi penting dalam penanganan kasus, di mana fokus utama sekarang adalah untuk menentukan identitas tersangka.

“Tim penyidik sedang bekerja keras. Kami meminta waktu dan ingin menegaskan bahwa Polda Metro Jaya bertekad untuk memberikan kejelasan penuh dalam kasus ini demi menentukan tersangka,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Ade Ary Syam Indradi, dalam sesi wawancara dengan media di markas Polda Metro Jaya, di Jakarta, pada hari Kamis tanggal 8 Februari 2024.

Ade Ary mengungkapkan bahwa penyidikan telah dimulai sejak tanggal 6 Februari. Setelah serangkaian kegiatan pengumpulan data dan fakta yang termasuk proses ekshumasi dan gelar perkara, tim penyidik memutuskan untuk meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 20 saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut, yang meliputi Tamara Tyasmara, pasangannya, sopir pribadinya, serta saksi-saksi yang berada di tempat kejadian perkara dan dari pihak rumah sakit.

“Selama proses penyidikan, keterangan dari 20 saksi telah dicatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan beberapa rekaman CCTV telah dikirim ke laboratorium forensik Bareskrim untuk dianalisis,” kata Ade Ary.

Sementara itu, terkait proses ekshumasi jenazah Dante, sampel-sampel tertentu telah dikirim ke dokter forensik di Markas Besar Polri untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian.

Dalam konteks pemeriksaan rekaman CCTV, penyidik telah mengirim material tersebut ke tim forensik digital. Hasil awal dari pemeriksaan menyatakan bahwa rekaman CCTV, yang merekam momen-momen menjelang kematian Dante, adalah otentik dan tidak mengalami modifikasi atau editan.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Wira Satya Triputra, menyampaikan bahwa telah teridentifikasi adanya dugaan tindak pidana dalam kasus kematian Dante. Untuk kasus ini, pihak kepolisian mengindikasikan penerapan Pasal 359 dari KUHP yang berkaitan dengan kelalaian yang menyebabkan kematian seseorang.

“Saat ini kita mengacu pada Pasal 359 KUHP yang menyangkut kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” terang Wira dalam konferensi pers yang diadakan di kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 7 Februari.

Fadli Zon Singgung Tentang Asta Cita, Ahok Tanya Kerja Jokowi-Gibran Karena Nawacita

mchec.org – Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Basuki Tjahaja Purnama, yang lebih dikenal sebagai Ahok, membawa perhatian publik kepada Nawacita dalam sebuah rekaman video yang menjadi viral, di mana dia mengungkapkan pertanyaannya terkait prestasi kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, memberikan komentar.

Fadli Zon menyatakan bahwa kombinasi Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengangkat program yang disebut Asta Cita. Program ini dirancang untuk menambah dan memperkuat inisiatif pemerintahan saat ini.

“Jika kita berbicara tentang Nawacita, sekarang kita memiliki sesuatu yang disebut Asta Cita,” ujar Fadli saat diwawancarai oleh para jurnalis di Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis tanggal 8 Februari 2024.

Dia menjelaskan bahwa Asta Cita adalah pengembangan lebih lanjut dari Nawacita dan akan diimplementasikan dengan cermat oleh Prabowo dan Gibran.

“Program dari Prabowo-Gibran adalah Asta Cita, dan kami berharap Asta Cita akan diselesaikan dengan sempurna, sehingga pastinya terdapat penyempurnaan,” jelas Fadli.

Sementara itu, Ahok telah memberikan komentar tentang video viral yang menampilkan dia bertanya mengenai kinerja Presiden Jokowi serta Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Ahok menekankan pentingnya Nawacita.

Ahok menyatakan bahwa PDIP telah memberikan tugas kepada Presiden Jokowi untuk melaksanakan Nawacita. Alasan inilah yang membuatnya mendukung Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 meskipun Ma’ruf Amin juga ikut serta.

“PDIP memberikan tugas kepada presiden untuk melaksanakan Nawacita. Itulah sebabnya saya mendukung Jokowi meskipun Ma’ruf Amin juga mencalonkan diri,” ungkap Ahok.

Lebih lanjut, Ahok berpendapat bahwa konsep Nawacita dan Trisakti yang diperkenalkan oleh Presiden pertama Indonesia, Sukarno, seharusnya dilanjutkan oleh Presiden Jokowi selama sepuluh tahun, dan orang yang tepat untuk melanjutkannya adalah Ganjar Pranowo.

“Yang esensial adalah Nawacita dan Trisakti dari Bung Karno yang harus dilanjutkan oleh Jokowi selama sepuluh tahun, dan Ganjar adalah orangnya,” tutur Ahok.