https://mchec.org/Gas Klorin di Karawang Terjadi Kebocoran Belasan Kali, Hingga Memicu Sesak Napas

mchec.org – Terdapat insiden kebocoran gas klorin yang telah dilaporkan terjadi beberapa kali di pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group, di wilayah Karawang, Jawa Barat. Menurut data yang dirilis oleh otoritas setempat, insiden tersebut telah tercatat sebanyak lima kali. Di sisi lain, penduduk lokal mengklaim bahwa peristiwa keracunan akibat kebocoran gas tersebut telah terjadi lebih sering, dengan angka kejadian yang mencapai belasan kali. Kejadian berulang ini telah menimbulkan keinginan di kalangan warga untuk penutupan pabrik tersebut. Aktivis lingkungan juga mendesak dilakukannya penyelidikan komprehensif terhadap insiden tersebut dan mendesak pemberian sanksi kepada perusahaan apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran.

Seorang anak berumur tiga tahun, Kaira, mengungkapkan rasa sakitnya kepada ibunya dengan mengatakan, “Mama, di sini sakit,” sambil menunjuk ke arah dadanya.

Suryani mengalami gejala yang mengkhawatirkan sebagai dampak dari kebocoran gas klorin. Ia merasakan rasa perih di tenggorokan, mual pada perut, kesulitan bernapas, dan pusing di kepala.

Dengan keberanian yang dipetik dari kecintaannya kepada anaknya, Suryani berusaha untuk tetap tegar. “Saya kemarin hampir lemas, tapi melihat anak saya, saya coba untuk bertahan. Saya khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk,” ungkap Suryani pada hari Selasa (23/01), saat mendampingi anaknya, Kaira, yang sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Rosela Karawang.

Kesudahan dari siaran podcast tersebut menekankan bahwa Suryani, seorang wanita berumur 31 tahun, telah beberapa kali terpapar gas klorin yang bocor dari pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Dalam suatu kejadian beberapa tahun yang lalu, ketika ia tengah hamil empat bulan, Suryani mengalami keracunan gas yang mengakibatkan posisi bayi dalam kandungannya menjadi sungsang.

“Dokter bilang itu terjadi karena bayinya kaget,” jelas Suryani kepada Muhammad Azzam, seorang wartawan dari Karawang yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Kepala Daerah Karawang, Aep Syaepuloh, mencatat bahwa telah terjadi lima kebocoran gas. Namun, menurut Ahmad Badena, suami Suryani, kebocoran tersebut sudah terjadi minimal sebelas kali.

“Sebenarnya hampir tiap bulan ada saja,” tutur Ahmad. “Hanya tercium bau yang sangat menyengat, tidak sampai ke tahap yang parah.”

Camat Ciampel, Agus Sugiono, menyatakan bahwa terdapat minimal 133 korban keracunan gas klorin di Karawang, dengan 12 orang di antaranya masih dalam perawatan hingga Senin siang (22/01).

PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills telah menyatakan kesiapannya untuk bertanggung jawab, termasuk memastikan bahwa semua warga terdampak mendapatkan penanganan medis yang layak.

Meskipun demikian, bagi Ahmad dan Suryani, upaya tersebut dianggap belum cukup.

“Harapannya, [pabrik] ini ditutup saja, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Suryani. “Ini sudah berulang kali terjadi. Terjadi lagi, dan lagi.”

Alasan Terjadi Kebocoran Gas

Menurut informasi yang diungkapkan oleh PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills dan yang diberitakan oleh Detik, awal mula kejadian berawal ketika operator di unit produksi soda kaustik atau dikenal juga sebagai soda api melakukan pengisian gas klorin ke dalam tangki penyimpanan di pabrik tersebut, yang terjadi antara pukul 18.45 dan 19.00 WIB.

Tak lama setelah proses pengisian, alarm di pabrik tersebut berdering, menandakan adanya kebocoran gas klorin. Berdasarkan pernyataan dari Polsek Ciampel yang dirilis pada hari Minggu (21/1), kebocoran tersebut diduga terjadi akibat longgarnya sambungan pipa yang mengarah ke tangki penyimpanan.

Klorin adalah senyawa kimia yang seringkali digunakan sebagai desinfektan, seperti dalam proses penjernihan air kolam renang atau untuk pemutihan pulp kertas.

Dalam produksi klorin, biasanya tercipta juga produk samping berupa natrium hidroksida, atau yang lebih dikenal dengan soda kaustik, yang kegunaannya meliputi pembersihan fasilitas sanitasi dan sebagai salah satu bahan baku dalam pembuatan pulp kertas.

Sebagai latar belakang, PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills merupakan perusahaan pembuat kertas yang menjadi bagian dari Grup Sinar Mas sejak tahun 1997, dengan lokasi pabrik yang berada di Karawang dan Siak, Riau.

Perusahaan tersebut mengklaim bahwa kebocoran tersebut telah ditangani sepenuhnya pada pukul 19.30 WIB. Namun, seorang warga bernama Isse yang berdomisili di Mekarmukti, sebuah dusun di Desa Kutamekar, menyatakan bahwa sekitar waktu yang sama ia mulai merasakan aroma tajam dan tidak biasa.

Isse, yang baru dua tahun menetap di Mekarmukti, awalnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Semua yang dia rasakan adalah rasa sakit di tenggorokan. Beruntung, setelah seorang tetangga memberitahu tentang situasi tersebut, ia segera mengambil tindakan untuk menjauh.

“Teh, ini bau dari soda kaustik,” demikian tiruan Isse dari kata-kata tetangganya.

“Langsung deh saya keluar untuk mengamankan anak-anak,” ujar Isse mengenai responsnya terhadap situasi tersebut.

Setelah menerima laporan mengenai kebocoran gas ini, pihak Polsek Ciampel bersama dengan TNI dan pemerintah Desa Kutamekar secepatnya melakukan evakuasi terhadap penduduk yang tinggal dalam radius 500 meter dari lokasi pabrik, mengarahkan mereka ke kantor desa atau fasilitas kesehatan terdekat.

Dampak Paparan Klorin Ke Manusia

Erlina Burhan, seorang ahli paru-paru dari Rumah Sakit Persahabatan, berbagi insight saat diwawancarai pada hari Selasa (23/01). “Pernahkah Anda merasakan ketidaknyamanan saat berenang di kolam dengan kandungan klorin yang terlalu tinggi?” tanyanya.

Dia melanjutkan dengan menggambarkan bahwa keadaan itu seringkali membuat pernapasan terasa tidak nyaman. “Kadang-kadang, mata juga bisa terasa tidak nyaman, terutama jika konsentrasi klorinnya cukup tinggi,” jelas Erlina.

Erlina menjelaskan bahwa jika seseorang terpapar klorin dalam jumlah yang rendah, mereka mungkin hanya akan mengalami iritasi yang minor. Namun, jika terpapar dalam jumlah yang tinggi untuk periode yang lebih lama, kondisi ini dapat menyebabkan inflamasi paru-paru. Akibatnya, individu tersebut mungkin mengalami gejala seperti batuk yang intens, kesulitan bernapas, rasa sakit di dada, rasa mual, muntah, dan pusing.

“Dalam kasus yang sangat serius, selain batuk yang parah dan sesak napas yang telah saya sebutkan, ada kemungkinan terjadi kerusakan jaringan paru yang dapat menyebabkan batuk berdarah. Ini adalah kemungkinan teoretis,” Erlina menambahkan. Dia juga menekankan bahwa bagi mereka yang memiliki kondisi asma, paparan klorin dapat dengan mudah memicu gejala.

Faisal Yunus, seorang pakar kesehatan paru-paru dari Rumah Sakit EMC, menekankan bahwa anak-anak mungkin mengalami dampak yang lebih serius ketika terpapar gas klorin, mengingat ukuran saluran pernapasan mereka yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa.

“Ukuran saluran pernapasan anak-anak yang sudah kecil menjadi lebih rentan bila mengalami penyempitan lebih lanjut, sehingga risiko yang dihadapi menjadi lebih besar,” ujar Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menambahkan bahwa kelompok lanjut usia seringkali memiliki sistem imun yang tidak sekuat milik orang yang lebih muda. Oleh karena itu, paparan gas klorin yang berkepanjangan dapat membuat saluran pernapasan mereka menjadi lebih rentan terhadap inflamasi dan infeksi bakteri, yang berpotensi menyebabkan komplikasi kesehatan lain.

Dalam situasi seperti yang terjadi di Karawang, Faisal menyarankan bahwa langkah pertama dan terpenting adalah menjauh dari area terpapar gas klorin untuk menghindari paparan yang lebih parah.

Apabila terjadi kesulitan bernapas, petugas medis umumnya akan memberikan terapi oksigen. Ada juga berbagai obat yang dapat diberikan untuk mengobati penyempitan pada saluran pernapasan dan mengurangi peradangan.

Secara keseluruhan, menurut Erlina, tidak diharapkan adanya efek jangka panjang dari paparan gas klorin pada korban; gejala yang muncul “tidak akan berlangsung” kata beliau.

Namun, Erlina menyuarakan kekhawatiran mengenai insiden kebocoran gas klorin yang terjadi berulang kali di pabrik PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills. Beliau menegaskan pentingnya pengawasan dan kontrol kualitas yang lebih ketat untuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar.

“Perlu diperhatikan nasib warga di sekitar lokasi,” tutur Erlina.

By mchec